Cari Blog Ini

Tak Hanya Wisata Spiritual, Gunung Kawi Siap Jadi Pusat Beragam Event Budaya

PIKAT WISATAWAN: Seniman menyuguhkan penampilan terbaiknya di ajang Gebyar Ritual Satu Suro di Gunung Kawi, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari beberapa waktu lalu. Foto by Radar Malang


MALANG- Selama ini kawasan Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dikenal sebagai destinasi wisata spiritual. Salah satu kegiatan yang rutin menarik perhatian masyarakat adalah peringatan Suroan dalam rangka menyambut 1 Muharam. Namun, ke depan kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat wisata religi, melainkan juga lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya dan pariwisata lainnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang berencana mendorong penyelenggaraan lebih banyak event di Gunung Kawi. Langkah tersebut terinspirasi oleh tingginya jumlah pengunjung pada acara kirab budaya 1 Muharam yang berhasil menarik ribuan wisatawan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Malang, Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan berskala besar seperti Suroan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pelaku UMKM memperoleh peningkatan penjualan, sementara sektor perhotelan dan penginapan juga merasakan manfaat dari banyaknya tamu yang datang.

Hartono mengingatkan bahwa sektor pariwisata Gunung Kawi sempat mengalami penurunan drastis saat pandemi Covid-19 akibat berbagai pembatasan aktivitas. Dampak pandemi tersebut, menurutnya, masih terasa hingga beberapa tahun setelahnya. Bahkan pada tahun 2025, jumlah pengunjung dan penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya dinilai belum kembali seperti sebelumnya, meskipun kawasan tersebut memiliki banyak warisan budaya, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

Ia mengapresiasi tingginya minat masyarakat yang hadir dalam perayaan Suroan beberapa waktu lalu. Berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan berhasil menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Meski demikian, Hartono menilai bahwa Gunung Kawi perlu mengembangkan potensi lain dan tidak hanya bergantung pada wisata religi.

Karena itu, Disparbud mendorong pengelola wisata untuk lebih aktif melakukan promosi serta memperbanyak agenda kegiatan budaya secara berkala. Menurut Hartono, pelaksanaan event yang rutin dan didukung publikasi yang luas, terutama melalui media sosial, dapat meningkatkan daya tarik Gunung Kawi sehingga mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara dalam jumlah yang lebih besar. (red/lisa)


Posting Komentar

0 Komentar