Cari Blog Ini

Embarkasi Haji Dhoho Makin Matang, Pemkab Kediri Hibahkan Lahan untuk Hotel Haji


CEK LEGALITAS: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) dan Direktur PT SDhI Maksin Arisandi (kemeja putih) dan sejumlah pejabat mengecek kondisi lahan seluas 5,5 hektare yang akan dihibahkan ke Kemenhaj untuk dibangun hotel haji. (photo by radar kediri)


Kediri
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mempercepat persiapan operasional Embarkasi Haji Dhoho yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah menyiapkan lahan seluas 5,5 hektare untuk pembangunan hotel haji yang akan menjadi fasilitas pendukung embarkasi.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung lokasi yang berada di kawasan dekat Bandara Dhoho pada Selasa (21/7). Lahan seluas sekitar 55 ribu meter persegi tersebut merupakan aset milik Pemkab Kediri yang direncanakan akan dihibahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mendukung pembangunan hotel haji.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menjelaskan, keberadaan hotel haji merupakan bagian dari pengembangan ekosistem embarkasi yang tengah disiapkan pemerintah pusat. Berbeda dengan konsep asrama haji yang selama ini dikenal, fasilitas tersebut dirancang dalam bentuk hotel yang dapat memberikan pelayanan lebih optimal bagi calon jemaah.

"Kalau nanti disetujui oleh Kementerian Haji, lahan ini akan dibangun menjadi hotel haji, bukan asrama haji," ujarnya.

Infrastruktur Pendukung Masih Dipersiapkan

Sebelum pembangunan dapat direalisasikan, Pemkab Kediri masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung. Di antaranya adalah pelebaran akses jalan menuju lokasi, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta penyusunan konsep pemanfaatan hotel agar tetap produktif di luar musim haji.

Menurut Mas Dhito, bangunan tersebut tidak boleh hanya dimanfaatkan ketika musim pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji berlangsung. Pemerintah daerah ingin hotel tersebut tetap beroperasi sepanjang tahun sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi maupun pelayanan bagi masyarakat.

"Harus dipikirkan pemanfaatannya setelah maupun di luar musim haji. Jangan sampai hanya menjadi bangunan yang ramai saat musim haji, lalu tidak dimanfaatkan ketika musim selesai. Itu yang sedang kami siapkan konsepnya," jelasnya.

Konsep pemanfaatan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan operasional hotel sekaligus mendukung aktivitas di kawasan Bandara Dhoho yang diproyeksikan menjadi pusat layanan transportasi dan ibadah haji di wilayah selatan Jawa Timur.

Bandara Dhoho Dinilai Siap Layani Penerbangan Haji

Mas Dhito menambahkan, dari sisi operasional penerbangan, Bandara Dhoho sebenarnya telah memenuhi persyaratan untuk melayani penerbangan langsung menuju Arab Saudi mulai 2026 atau 2027.

Namun demikian, pemerintah pusat melalui Kementerian Haji memiliki rencana untuk melengkapi embarkasi dengan fasilitas hotel haji sebagai penunjang pelayanan jemaah. Jika rencana tersebut terealisasi, hotel tersebut berpotensi menjadi hotel haji pertama di Indonesia yang dibangun sebagai bagian dari kawasan embarkasi.

"Kalau dari sisi syarat penerbangan langsung ke Arab Saudi sebenarnya sudah memungkinkan pada 2026 atau 2027. Hanya saja, Kementerian Haji memiliki konsep membangun hotel haji pertama di Indonesia sebagai fasilitas pendukung embarkasi," paparnya.

Sertifikasi Lahan Ditarget Rampung Sebelum Agustus

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa peninjauan lokasi dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik lahan sekaligus kelengkapan aspek legalitas sebelum proses hibah dilaksanakan.

Saat ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri tengah menyelesaikan proses sertifikasi lahan yang ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus.

"Sertifikat tanah ditargetkan selesai sebelum 17 Agustus sebagai dasar pelaksanaan hibah kepada Kementerian Haji," ujar Sukadi.

Selain menyelesaikan aspek administrasi, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan infrastruktur pendukung menuju kawasan hotel haji. Jalan sepanjang kurang lebih 2,6 kilometer menuju lokasi akan diperlebar agar mampu menampung mobilitas kendaraan saat musim haji berlangsung.

Di samping itu, pemasangan penerangan jalan umum juga menjadi bagian dari pekerjaan yang akan segera direalisasikan guna memenuhi standar akses menuju embarkasi.

"Kepala Dinas Pekerjaan Umum sudah diminta melakukan pelebaran jalan. Penerangan jalan umum juga segera dipasang. Seluruh kewajiban pemerintah daerah akan kami selesaikan sebelum proses hibah dilakukan," katanya.

Setelah seluruh persyaratan administrasi dan infrastruktur dasar terpenuhi, Pemkab Kediri berencana mengundang Kementerian Haji untuk melaksanakan proses hibah lahan. Agenda tersebut diperkirakan dapat dilaksanakan pada akhir Agustus mendatang.

Hotel Haji Jadi Bagian Percepatan Embarkasi Dhoho

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menyampaikan bahwa peninjauan lokasi merupakan bagian dari percepatan pembangunan hotel haji sebagai fasilitas penunjang Embarkasi Dhoho.

Menurutnya, selain memastikan kesiapan lahan, pemerintah daerah bersama kementerian juga tengah membahas pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk pelebaran akses jalan serta skenario pemanfaatan hotel setelah musim haji berakhir.

"Pelebaran akses jalan menuju lokasi dan konsep pemanfaatan gedung setelah musim haji agar tetap hidup dan produktif menjadi perhatian bersama," pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan yang kini dilakukan, Pemkab Kediri berharap seluruh kebutuhan infrastruktur, legalitas lahan, hingga proses hibah dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Embarkasi Haji Dhoho siap beroperasi sesuai target pada 2027 dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi calon jemaah haji, khususnya dari wilayah Kediri dan sekitarnya.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar