Cari Blog Ini

Transit di Banyuwangi Sebelum ke Bali, Remaja Asal Jepang Alami Cedera Kepala Akibat Kecelakaan

Anggota Unit Lantas Polsek Rogojampi mengatur lalu lintas usai kecelakaan yang melibatkan WNA di Jalan Raya Jember, tepatnya di utara stasiun pengisian bahan bakar mini di Dusun Puspan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi,(photo by radar banyuwangi )


BANYUWANGI- 
 Identitas sekaligus tujuan perjalanan remaja asal Jepang yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, akhirnya berhasil diketahui. Korban bernama Matsui Yuki (15), yang diketahui sedang berada di Banyuwangi bersama seorang pemandu wisata sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Namun, rencana perjalanan tersebut berubah menjadi musibah setelah Yuki mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera serius pada bagian kepala. Akibat luka yang cukup berat, remaja berkewarganegaraan Jepang itu harus menjalani penanganan medis secara intensif.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kondisi Yuki masih memerlukan perawatan lanjutan. Setelah sempat mendapatkan penanganan awal di RS Nahdlatul Ulama (RS NU) Banyuwangi, ia kemudian dirujuk ke RSUD Blambangan agar memperoleh fasilitas medis yang lebih lengkap untuk menangani cedera yang dialaminya.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Tri Pepri Alfiyan, menjelaskan bahwa korban mengalami benturan cukup keras saat kecelakaan sehingga mengakibatkan luka berat di bagian kepala.

"Setelah menjalani perawatan di RS NU, korban kemudian dirujuk ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujar Ipda Pepri, Rabu (1/7).

Lebih lanjut, Ipda Pepri menerangkan bahwa Matsui Yuki datang ke Banyuwangi bersama seorang tour guide yang berdomisili di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. Banyuwangi hanya menjadi lokasi persinggahan sebelum keduanya melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali.

Meski berstatus sebagai warga negara Jepang, Yuki diketahui telah lama menetap di Indonesia bersama kedua orang tuanya. Keluarganya telah tinggal di Bali selama kurang lebih tiga dekade.

"Orang tuanya sudah menetap di Bali sekitar 30 tahun. Dia sejak kecil tinggal di Denpasar, tetapi masih sering pulang ke Jepang untuk mengunjungi keluarganya," jelas Ipda Pepri.

Menurutnya, perjalanan ke Jepang memang menjadi rutinitas yang dilakukan Yuki untuk menemui sanak saudara. Setelah kembali dari Negeri Sakura, ia singgah terlebih dahulu di Banyuwangi bersama pemandu wisatanya sebelum kembali ke Denpasar.

Kecelakaan yang menimpa Yuki terjadi pada Minggu malam (28/6) di Jalan Raya Jember, tepatnya di Dusun Puspan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi.

Saat itu, Yuki mengendarai sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi P 5281 ZD. Di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan Yamaha Vega tanpa pelat nomor yang dikemudikan Ahmad Indra Cahyono (17), warga Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

Benturan keras tidak dapat dihindari sehingga kedua pengendara mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Dari kedua korban, kondisi Yuki menjadi yang paling mengkhawatirkan karena mengalami cedera berat di bagian kepala sehingga membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit rujukan.

Sementara itu, Ahmad Indra Cahyono juga mengalami luka akibat kecelakaan tersebut dan turut mendapatkan perawatan medis.

Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi belum menyimpulkan faktor utama yang memicu tabrakan tersebut.

Di sisi lain, Ipda Tri Pepri Alfiyan kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan langkah penting untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Selain mematuhi rambu-rambu dan menggunakan perlengkapan keselamatan, pengendara juga diminta memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum melakukan perjalanan.

"Kalau merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri karena bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," pesannya.

Peristiwa yang menimpa Matsui Yuki menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kepada siapa saja, termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Banyuwangi. Kewaspadaan, disiplin dalam berlalu lintas, serta menjaga kondisi tubuh tetap fit menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar