Cari Blog Ini

Ramai di Medsos, Kematian Mahasiswa FH Unnes Disebut Janggal

  


Semarang dhanapurapost.my.id – Kematian mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH Unnes), Iko Juliant Junior, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa ini viral di media sosial setelah beredar berbagai unggahan yang menilai kasus tersebut penuh kejanggalan.

Informasi yang beredar menyebut sejumlah barang pribadi korban, seperti ponsel, tas ransel biru, dan jas almamater tidak ditemukan. Sementara sepeda motor yang biasa digunakan Iko disebut masih berada di Polda Jawa Tengah. Fakta ini membuat keluarga semakin gelisah dan publik menduga ada sesuatu yang tidak wajar.

Perbedaan keterangan terkait lokasi kejadian juga menambah tanda tanya. Seorang teman menyebut Iko mengalami kecelakaan di kawasan Kalisari. Namun, dalam surat keterangan polisi tertulis bahwa insiden itu terjadi di Jalan dr. Cipto, Semarang. Perbedaan ini membuat publik bertanya-tanya mengenai kronologi yang sebenarnya.

Kejanggalan lain disampaikan satpam RSUP dr. Kariadi. Ia mengatakan korban diantar ke rumah sakit oleh anggota Brimob, bukan petugas medis atau polisi lalu lintas. Informasi ini semakin mempertebal dugaan bahwa kematian Iko tidak murni kecelakaan.

Lebih mengejutkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (31/8) sore, Iko dikabarkan sempat mengigau di ruang perawatan. Ia disebut mengucapkan kalimat, “ampun pak, tolong pak jangan pukuli saya lagi,” yang membuat keluarga semakin yakin ada dugaan kekerasan.

Kabar duka ini langsung menyebar di kalangan mahasiswa dan alumni FH Unnes. Perhimpunan Bantuan Hukum (PBH) Ikatan Alumni FH Unnes pun turun tangan dan menyatakan siap mendampingi keluarga untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.

Direktur PBH IKA FH Unnes, Ady Putra Cesario, membenarkan laporan yang masuk dari keluarga dan rekan korban. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap peristiwa sebenarnya.

“Informasi awal yang kami terima, almarhum pada 30 Agustus sore keluar rumah untuk menjemput rekannya di Polda Jateng. Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga mendapat kabar korban kritis dan sudah dilarikan ke RSUP dr. Kariadi,” jelas Ady, Senin (1/9/2025).

Ady juga menyebut adanya dugaan luka serius di bagian limpa korban. Pihaknya masih menelusuri bukti-bukti lain untuk memastikan penyebab kematian. Menurutnya, jika terbukti ada unsur kekerasan, PBH IKA FH Unnes akan mendesak aparat kepolisian melakukan investigasi menyeluruh.

Selain itu, PBH masih berusaha meminta keterangan dari seorang rekan Iko yang disebut bersamanya saat kejadian. Namun, saksi itu dikabarkan masih dalam kondisi trauma sehingga belum bisa memberikan penjelasan. Hal ini membuat penyelidikan semakin kompleks.

PBH IKA FH Unnes juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi terkait kasus ini. “Kami berkomitmen mengawal perkara ini sampai tuntas dan jelas, demi keadilan bagi almarhum dan keluarganya,” tegas Ady.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengimbau keluarga segera membuat laporan resmi. Menurutnya, hal itu penting agar penyelidikan bisa dilakukan secara prosedural. “Segera laporkan ke Polrestabes atau Mapolda. Informasi ini harus kami dalami terlebih dahulu,” ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar