dhanapurapost.my.id, Blitar – Museum Penataran, Kabupaten Blitar, akan ditutup sementara dari seluruh aktivitas pelayanan publik selama dua bulan ke depan. Kebijakan tersebut diberlakukan seiring pelaksanaan proyek renovasi besar dengan anggaran mencapai Rp2,1 miliar yang didanai Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.
Pekerjaan renovasi yang saat ini berlangsung mencakup pembenahan menyeluruh pada bagian atap bangunan serta penataan ulang ruang di dalam museum. Selama proses pengerjaan, seluruh area museum harus dikosongkan dan disterilkan untuk menjamin keselamatan pengunjung maupun pekerja, sekaligus melindungi koleksi benda cagar budaya yang tersimpan di dalamnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Eko Susanto menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis renovasi sepenuhnya ditangani oleh BPK Wilayah XI Mojokerto. Salah satu pembaruan utama dalam proyek tersebut adalah perubahan konstruksi atap yang sebelumnya terdiri atas beberapa bagian menjadi satu kesatuan atap.
Selain pembenahan bangunan, renovasi juga membawa perubahan pada desain akses dan jalur kunjungan museum. Nantinya pintu masuk utama akan ditempatkan di bagian tengah bangunan sehingga pola pergerakan pengunjung, mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar, mengalami penyesuaian.
“Struktur atap yang tadinya terpisah kini dijadikan satu atap tunggal. Pintu masuknya dipusatkan di tengah dan konsep ini otomatis mengubah alur kunjungan pintu masuk serta keluar wisatawan kelak. Seluruh pengerjaan dipacu agar rampung pada Desember mendatang,” terang Eko Susanto.
Untuk mendukung kelancaran renovasi, Disbudpar Kabupaten Blitar juga melakukan pemindahan sementara terhadap ratusan koleksi benda cagar budaya dari dalam gedung museum. Seluruh koleksi tersebut dievakuasi ke tempat penyimpanan sementara yang berada di kawasan pendapa dan ruang seminar di sebelah utara museum.
Proses pemindahan dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat koleksi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi serta membutuhkan penanganan khusus. Sebelum evakuasi dimulai, Disbudpar terlebih dahulu mengadakan selamatan adat dan melibatkan tenaga ahli arkeologi untuk mendampingi proses pemindahan setiap benda bersejarah.
“Pemindahan benda cagar budaya tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kami menggelar selamatan terlebih dahulu dan memboyong koleksi satu per satu didampingi tenaga ahli arkeologi. Tambahan personel dari BPK Jatim juga diturunkan untuk memastikan keamanan artefak,” tegasnya.
Di sisi lain, pelaksanaan renovasi yang berlangsung menjelang akhir tahun turut berdampak terhadap penyelenggaraan agenda tahunan Museum Expo. Untuk menyesuaikan dengan kondisi museum yang sedang dalam tahap pembenahan, Disbudpar Kabupaten Blitar memutuskan mengalihkan lokasi kegiatan pameran ke kawasan depan Diorama Penataran.
Pemerintah Kabupaten Blitar menargetkan seluruh pekerjaan renovasi Museum Penataran dapat diselesaikan pada Desember 2026. Setelah pembenahan rampung, museum diharapkan dapat kembali melayani masyarakat dengan fasilitas yang lebih baik, sekaligus menghadirkan suasana baru yang lebih representatif dan mendukung kegiatan edukasi sejarah.
Penyelesaian proyek tersebut juga diharapkan bertepatan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pada periode libur panjang sekolah, Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, Museum Penataran dapat kembali menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Kabupaten Blitar. (red.IAL)

0 Komentar